Senin, 24 Oktober 2016

Bunuh Diri

Bunuh diri. Jelas kita sudah tidak asing dengan itu. Entah bunuh diri karena cinta, hidup susah, atau alasan lainnya. Pernahkah teman-teman berpikir untuk bunuh diri?

Saya yakin beberapa dari teman-teman pasti pernah, walau hanya sekilas. Menurut saya itu pemikiran yang wajar. Saya juga pernah (atau bahkan sering) berpikiran demikian.

Tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir, itu bukan tindakan yang tepat. Rata-rata orang-orang berpikir untuk bunuh diri karena sudah tidak tahan dengan dunia ini. Tapi... apakah dengan melakukan tindakan itu kita bisa menjadi "lega"? Wah, belum tentu.

Berhubung ilmu agama saya tidak kuat, jadi saya tidak akan bahas dari sisi agama (namun agak menyerempet dikit).

Bunuh diri itu apa sih? Gampangnya sih membunuh diri sendiri. Membunuh orang itu dosa. Termasuk membunuh diri sendiri.

"Lah, kan ini badanku? Urusanku dong!"

Baiklah, coba kita pikir lagi. Cara bunuh diri itu banyak. Mulai dari gantung diri, minum racun, minum bensin (?), terjun dari bangunan tinggi, nabrakin diri ke kereta, dll. Tapi... apa cara itu menjamin 100% sukses? Kali saja anda tidak beruntung diselamatkan orang lain saat sedang melakukan perbuatan itu yang akhirnya berbuah apes.

Bisa nambah penyakit, kehilangan anggota tubuh, dll. Akhirnya tumbuh perasaan "sedikit" nyesel kenapa bunuh diri kayak gitu, kenapa diselamatin ama orang, kenapa oh kenapa.

Tapi selama ini yang menghalangi saya bukan pemikiran itu, melainkan hal lain.

Setelah kita bunuh diri, apakah semua masalah kita akan selesai?
Pegi ke Surga? Ngawur. Adanya justru Neraka.
Tapi Neraka mungkin masih mending. Gimana kalau justru kita hidup abadi di suatu tempat yang tidak apa-apanya, gelap, sepi, tidak ada siapa-siapa. Ibarat kayak ngunci diri di dalam lemari selama berhari-berhari.
Tapi... mungkin seperti itu yang disebut Neraka.

Manusia butuh manusia lain. Meski terkadang ada orang yang berkata "aku tidak butuh siapa2", ujung-ujungnya dia post di media sosial yang tandanya ia butuh seseorang. Sendiri bisa membuat jadi gila, kepikiran untuk bunuh diri. Tapi... apakah setelah abadi bisa mati?

Begitulah... Jadi sebelum bunuh diri, coba pikirkan dalam-dalam. Jalan-jalan keluar. Ngelakuin suatu kegiatan yang menyenangkan. Kali pikiran akan berubah 180 derajat.

人は殺されたら死ぬ