Kamis, 19 Desember 2013

Hutan Bambu Sagano

Kalau ditanya tempat mana yang akan kau kunjungi saat pergi ke Jepang, maka saya sendiri akan menjawab Hutan Bambu Sagano lah yang akan pertama kali saya kunjungi!

Hutan bambu Sagano yang terletak di barat laut di Kyoto, Jepang, memiliki luas 16 kilometer persegi. Hutan ini adalah salah satu lingkungan alam yang paling indah di seluruh Jepang, bukan hanya karena keindahan alamnya tetapi juga karena suara angin yang membuatnya seolah-olah berhembus melalui rumpun bambu yang tebal. Hutan Bambu Sagano dapat dicapai menggunakan kereta api sekitar 30 menit dari Kyoto.














"Suara angin di hutan bambu telah terpilih dalam voting sebagai salah satu"100 suara yang harus dijaga kelestraiannya di Jepang "oleh pemerintah Jepang 
Kembali pada 1870-an saat Edison sedang mencari bambu yang baik sebagai bahan dari filamen untuk bola lampu awal, gubernur Kyoto merekomendasikan 2 manfaat besar dari bambu, ini adalah salah satunya, sementara Edison menggunakan manfaat yang lain.. "


Ngomong - ngomong, Hutan Sagano ini terkadang juga menjadi scene di beberapa anime loh, contohnya saja yang saya ambil adalah dari Anime "Kara no Kyoukai"!

Kara no Kyoukai eps 02

sumber : 
http://japanesestation.com/hutan-bambu-sagano-yang-bisa-bersiul-di-jepang/
http://angkatigabelas.blogspot.com/2012/04/sagano-hutan-bambu-yang-melantunkan.html

DELAPAN KESALAHAN UMUM DALAM MEMBUAT DIALOG

Dialog dalam sebuah karangan fiksi berfungsi sebagai penggerak cerita selain berguna juga untuk memperkuat karakter tokoh dalam cerita. Selain itu, dialog juga dapat membuat cerita menjadi lebih dinamis. Dialog antar tokoh dalam cerita apabila dikemas bisa pula menjadi “cara halus” untuk menyampaikan pesan-pesan moral tanpa terkesan menggurui.
Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang berhubungan dengan penulisan dialog:
1. Menulis dialog dengan kalimat-kalimat indah dan bersajak. Dialog semacam ini memang cocok bagi karakter tokoh yang memang suka berpantun, namun kurang tepat bila dikenakan pada tokoh yang hidup di lingkungan metropolitan yang berbicara serba ringkas dan cepat. Pelajaran pertama dalam membuat dialog adalah membuatnya tampak nyata seperti layaknya orang yang berbicara dalam konteks nyata. Untuk itu, penting kiranya bagi para penulis untuk aktif mendengarkan percakapan orang-orang serta dialek atau diksi apa yang sering diucapkan oleh orang-orang dengan suatu karakter tertentu. Perlu juga untuk melafalkan dialog Anda dengan suara keras untuk mengecek apakah dialog itu terdengar enak di telinga dan sudah seperti layaknya percakapan yang nyata.
2. Mengulang-ulang maksud dalam beberapa potong kalimat. Meskipun dialog sedapat mungkin dibuat agar nyata, namun dialog yang bertele-tele akan membosankan pembaca. Cukup membuat satu kalimat saja untuk menyampaikan sebuah maksud spesifik. Hal ini tentunya akan berlaku lain apabila Anda dengan sengaja ingin menciptakan kesan tokoh yang peragu atau obsesif kompulsif. Namun demikian, terlalu banyak efek justru akan berbalik menjadi bumerang bagi Anda. Dialog yang terlalu panjang juga akan menghambat pergerakan cerita. Jadi rumusnya, bijaksanalah dalam menuliskan dialog.
3. Tidak memperhatikan siapa yang berbicara apa. Sering kali kita mendapatkan beberapa dialog ditumpukkan tanpa menyebutkan siapa yang berbicara, seperti contohnya di bawah ini:
“Kamu kemarin pulang jam berapa?”
“Jam satu, kenapa?:
“Oh, tidak aku hanya penasaran siapa yang membuka pintu kulkas sekitar jam dua belasan…”
“Kamu yakin mendengar suara itu?”
“Ehm, iya. Tapi sekarang aku jadi agak ragu.”
“Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan hantu yang menjaga rumah ini?”

Ini sah-sah saja apabila kebetulan dialog itu hanya terjadi antara dua orang tokoh. Namun apabila tokoh yang ada lebih dari dua orang maka ceritanya jadi lain. Jika penulis tidak mencantumkan siapa yang berbicara, pembaca mungkin menjadi bingung untuk mengidentifikasi si pembicara. Namun terlalu banyak memberikan nama juga dapat menjemukan. Hal ini bias diakali dengan cara menyelinginya dengan tanda-tanda yang mengarah kepada totkoh tertentu. Seperti misalnya di bawah ini:
“Kamu pasti lupa membawa buku itu!” Tuduh Andi.
“Buku apa?” Tanya balik Rizal sambil memainkan rambutnya yang ikal.
“Buku harian Bu Nindi, Bodoh!” Andi tidak dapat menahan amarahnya.
“Oh itu…” Jawab si pemilik rambut ikal itu dengan enteng.
4. Menggunakan “dia” secara tidak cermat sehingga membuat pembaca bingung “dia” tersebut mengacu pada siapa. Hal ini sering terjadi pada dialog yang menceritakan beberapa orang. Ketika si tokoh mengatakan “dia” sebaiknya secara tepat mengacu pada sasaran yang dituju, seperti contoh di bawah ini:
“Kemarin aku bertemu dengan Dinda. Ia jalan sama cowok lain. Tahu nggak siapa orang itu? Dito! Dito yang itu…., Na!”
“Apanya yang heboh? Dia kan emang terkenal suka gonta-ganti pacar, kan?”
5. Melekatkan gaya berbicara yang sama kepada setiap tokoh. Tentunya setiap tokoh memiliki karakter unik. Keunikan itu juga salah satu di antaranya tercermin dari cara si tokoh tersebut berbicara. Penciptaan cara berbicara yang menjadi trademark, entah itu dari pemilihan diksi atau dialek, bagi seorang tokoh tertentu bisa membuat kehadirannya menjadi nyata.
6. Terlalu kaku dalam menggunakan narasi pengantar. Narasi pengantar yang umumnya digunakan adalah ”kata”, ”ujar”, ”tanya”, dan ”perintah”. Seperti contoh di bawah ini:
”Kita akan pergi besok,” ujar bapak.
”Pergi ke mana?” Tanyaku.
”Ke tempat kelahiran ibumu,” kata bapak.

Cobalah untuk mengeksplorasi istilah-istilah yang lain seperti misalnya: ”kilah”, ”lanjut”, ”potong”, ”tebak”, ”gumam”, ”bisik”, dll.
7. Menulis dialog terlalu panjang. Terkadang sebagai seorang penulis, kita tidak sabar untuk menyampaikan begitu banyaknya informasi kepada pembaca sehingga tanpa sadar dialog si tokoh jadi mengembang. Sebenarnya dialog yang panjang berpotensi besar untuk membunuh ketertarikan orang dalam membacanya tuntas. Panjangnya dialog juga bisa membuat suasana eksternal (setting, waktu, dll) yang coba untuk dibangun oleh si penulis menjadi kabur. Jika seandainya dialog memang dibutuhkan panjang, maka seyogyanya untuk memenggalnya menjadi beberapa bagian.
“Aku percaya ada beberapa orang yang ditakdirkan berbakat secara supernatural. Misalnya aku yang juga dianugerahi bakat cenayang. Namun aku pun masih tetap harus belajar untuk menajamkan kemampuanku. ….”
Cassandra mengambil beberapa bendel dokumen dari dalam tas kerjanya.
“Menurut dokumen ini, ada beberapa macam cenayang –yang kutahu– dilihat dari cara mereka menangkap pesan dan mendeteksi keberadaan fenomena supernatural….,” sambung Cassandra. (Dipetik dari Novel ORB: Galang Lufityanto)
8. Hanya mengandalkan dialog saja untuk menciptakan situasi yang diinginkan. Penggunaan dialog yang terlalu sering, tanpa diselingin jeda penjelasan narasi, akan membuat alur cerita berjalan dengan cepat. Gaya seperti ini cocok untuk cerita detektif atau thriller. Namun untuk cerita yang sifatnya lebih umum, gaya seperti ini tidak selalu cocok. Kekurangan dari gaya dialog yang sambung-menyambung adalah kurang dalamnya pelukisan tentang situasi yang tengah terjadi. Contoh:
”Pak Hugo, mengapa Anda harus membawa..ta..tas itu? Bukannya malah semakin berat?” Tanya Roni merasa aneh melihat Hugo memanggul tas besar yang diikatkan dengan erat pada tubuhnya.
“Oh…, ini?” Hugo menjawab di sela-sela napasnya yang memburu. “Kupikir ini akan bisa menyelamatkanku nantinya. Siapa tahu?”
Sementara itu mereka bertiga berlari semakin jauh ke dalam hutan. Malam sudah sedemikian pekat sehingga Hugo dan Rani hanya bisa mengandalkan senter dan Cassandra yang berlari mendehului mereka, dan yang secara tidak langsung telah membukakan jalan bagi mereka berdua. Cassandra melompati akar sebuah pohon yang melata lumayan tinggi di atas permukaan tanah dengan lihai seakan-akan hutan ini adalah taman bermain Cassandra sejak kecil. Hugo dan Roni lagi-lagi dibuat terpukau oleh kemampuan wanita ini.
”Seno!!” Teriak Cassandra.
Sayup-sayup terdengar suara.
”Di sini…..” (Dipetik dari Novel ORB: Galang Lufityanto)

Dengan menyelipkan beberapa pokok narasi (dalam contoh: Sementara itu mereka…..) di antara baris-baris dialog, pembaca dapat melihat adegan cerita sebagai suatu keseluruhan: karakter beserta situasi di sekelilingnya. Ini membuat pembaca mendapat bayangan yang jelas tentang adegan yang berlangsung dan merasakan emosi yang berusaha dibangun oleh si penulis.

Steins;Gate Fuka Ryouiki no Dejavu


Steins;Gate Fuka Ryouiki no Dejavu merupakan Movie berjumlah 1 episode yang alokasi waktunya 1 tahun setelah kejadian di Anime seriesnya, yaitu Steins;Gate. Movie ini tayang di Jepang pada tanggal 20 April 2013 lalu.

Setahun setelah Okabe Rintarou menjelajahi beberapa "World Line" karena penemuannya, "D-Mail", yaitu pesan teks yang dapat dikirim ke masa lalu, kini Okabe Rintarou berada di dalam "Steins Gate" World Line, dunia di mana tidak ada satupun dari temannya mati, dan dunia di mana organisasi SERN tidak memerintah di masa depan akibat terciptanya mesin waktu.

Okabe Rintarou yang telah menjelajahi beberapa World Line akhirnya menemui batasnya akibat kumpulan ingatan yang berasal dari World Line sebelumnya. Akhirnya, keberadaan Okabe Rintarou pun menghilang dan hanya satu orang yang menyadari hilangnya keberadaan Okabe Rintarou, yaitu Makise Kurisu. Dengan bantuan déjà vu kini ia mencari bagaimana cara untuk menyelamatkan Okabe Rintarou. 

Dalam Movie ini, yang menjadi pusat cerita adalah Makise Kurisu. Di saat tidak ada satu orang pun yang menyadari hilangnya keberadaan Okabe Rintarou, hanya dia lah orang pertama yang menyadari dan mencari cara untuk mengembalikan keberadaan Okabe Rintarou, walaupun pada awalnya gagal. 

Konten cerita dalam movie ini bisa dikatakan cukup sedikit sulit, sehingga perlu sedikit pemahaman sebelumnya, terutama kalau kita mencoba melihat Movie ini tanpa melihat Anime Seriesnya, sangat tidak anjurkan .



Overall : 9/10


Onomatopoeia

Onomatopoeia, apa itu? Kedengarannya memang asing di telinga namun sering kita temui dalam kehidupan sehari - hari. Onomatopoeia berasal dari gabungan 2 kata dalam bahasa Yunani yaitu, "onoma" yang berarti "nama" dan "poiein" yang berarti "membuat". 

Dengan kata lain, Onomatopoeia adalah istilah bahasa yang dapat didefinisikan sebagai kosakata yang dibentuk berdasarkan "bunyi" atau "suara" yang dikeluarkan oleh kata yang bersangkutan. Kosakata ini bisa berbentuk kata benda, kata kerja, kata sifat, dan sebagainya. Contohnya saja suara Kucing. Bagi Orang Indonesia, suara kucing  terdengar seperti "Meong~". Namun bagi Orang Jepang, suara kucing yang terdengar di telinga mereka adalah "Nyan~", dan masih banyak lagi contoh lainnya yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari - hari. 




Sumber : 

Selasa, 10 Desember 2013

Go!Go!Nippon! VN untuk orang luar yang pertama kalinya!


Pernahkah anda mendengar tentang game ini? Ada sesuatu yang membedakan VN ini dengan VN yang biasa anda mainkan. Jika pada VN umumnya anda harus mengganti Location anda, maka untuk VN yang satu ini anda tidak perlu melakukannya, karen ini ada VN yang di buat Overdrive untuk orang luar Jepang! Bisa di bilang semacam Guide. Bahkan dalam game ini pun anda dapat tahu berapa biaya yang anda perlu keluarkan dari dompet anda...

Go! Nippon! - My First Trip to Japan kita akan berperan sebagai penggemar anime dan game Jepang. Awal cerita kita akan bertemu dengan sepasang saudara perempuan cantik Makoto dan Akira (Pada mulanya dikira mereka adalah cowok, tapi ternyata... malah lebih enak ) . Game Go! Go! Nippon! - My First Trip to Japan ini akan mengajak kita untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Jepang. Tidak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan pengalaman yang mendebarkan bersama para gadis(baca : service).

Game Info
Developer: Overdrive
Genre: Visual Novel, Strategy
Size: 269MB

System Requirements
OS: Windows XP/Vista/7
RAM: 256MB

Berikut adalah screen shootnya





Seperti yang dilihat, VN ini memakai sistem 2 bahasa, yaitu Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Jadi selagi anda belajar kebudayaan, sejarah, tempat-tempat terkenal di Jepang, anda juga bisa belajar bahasanya. Namun sayangnya, tidak ada Voice untuk VN yang satu ini .. Tapi untuk belajar, tidak apalah .., Silahkan mencoba...




Minggu, 08 Desember 2013

Dunia Paralel

Apa itu dunia pararel? Pengertian sederhananya adalah sebuah dunia lain. Pada saat kita menonton beberapa film, anime, maupun manga terkadang kita sering menemukan kata - kata tersebut.

Sebagai contohnya adalah dari Drama Jin yang diadaptasikan dari Komik Jepang berjudul sama.Di dalam cerita itu, Jin mengalami Time Slips ke masa lalu tepatnya ke Zaman Edo. Di zaman itu kemudian dia berusaha untuk mencari jalan agar dapat kembali ke dunia asalnya, yaitu di masa depan. Setelah beberapa tahun lamanya, ia pun berhasil kembali ke masa lalu, namun dunia tersebut tidak sama dengan dunia sebelumnya yang berarti dunia tempat ia berada sekarang adalah dunia pararel. Sebuah dunia yang persis dengan dunia tempat ia tinggal dulu, tapi memiliki jalan waktu yang berbeda.

Mengenai Dunia Pararel ini sebenarnya ada beberapa teori :

Menurut Max Tegmark, para ahli fisika telah menetapkan ada 4 tingkatan dunia paralel-parallel,

Level I : Beyond Our Cosmic Horison: Merupakan teori parallel universe yang paling kecil tingkat kontoversialnya.Teori ini menyatakan bahwa parallel universe tidak dapat kita lihat karena ia berada diluar garis horison alam semesta kita. Analoginya seperti kita melihat kapal di tengah laut. Kita tidak dapat melihat kapal apabila ia berada di luar horison. Tetapi jika kapal itu mendekati kita , dan masuk dalam horison , kita akan dapat melihat kapal itu sedikit demi sedikit. Parallel universe level I oleh ahli fisika digambarkan bahwa alam semesta kita seperti gelembung udara yang saling berdesak-desakan dalam ruang yang disebut jagad raya.

 Level II : Other Postiflation Bubbles : Level ini menyatakan , bila alam semesta pada level I dapat dikelompokkan menjadi satu multiverse , maka jagad raya ini terdapat banyak multiverse. Teori ini didasarkan pada teori Chaotic Eternal Inflation , yang menyatakan bahwa jagad raya kita terus berkembang semakin membesar sejak terjadinya big bang hingga sekarang. Teori ini menyatakan bahwa kita selamanya tidak dapat melihat multiverse lainnya dikarenakan cepatnya perkembangan jagat raya yang menjadi perantara multiverse.

 Level III : Quantum Many World :Teori ini menyatakan bahwa alam semsta lainnya berada disekitar kita! Teori ini berkembang dari teori mekanika kuantum yang menyatakan bahwa proses kuantum acak menyebabkan alam semesta bercabang dengan banyaknnya kemungkinan yang terjadi. Perbedaan mendasar pada level I dan III adalah letak alam semesta yang sama dengan alam semesta kita.Level I menyatakan bahwa alam semesta yang sama dengan alam semesta kita kita berada diluar horison , sedangkan level III mengatakan alam semesta yang sama dengan alam semesta kita kita berada pada cabang kuantum lainnya. Level III merupakan teori parallel universe yang paling tinggi kontroversialnya , karena teori ini berkembang dari teori mekanika kuantum yang juga kontoversial.

 Level IV : Other Mathematical Structures : Merupakan teori paralllel universe yang matematis dan menggunakan semua kemungkinan yang ada. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta lainnya tidak hanya berada di luar horison alam semesta kita tetapi juga berbeda dengan alam semesta kita dalam segala hal , misalnya : waktu , hukum fisika , dan jagat raya. Alam semesta pada level IV ini sangat sulit untuk divisualisasikan karena banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi. Salah satu buktinya adanya parallel universe ini ditemukan oleh dua orang ahli fisika , Dr.Robert Foot dan Dr.Saibal Mitra , Melbourne , Australia. Bukti tersebut mereka temukan pada penelitian asteroid Eros berupa adanya percikan mirror matter. Mereka mendefinisikan mirror matter sebagai bayang cermin dari sesuatu yang ada di alam semesta sebagai penyetabil alam semesta. Mirror Matter ini ada sebagai pemenuhan kodrati alam yang selalu simetris dan mempunyai dua sisi , kanan dan kiri. Alam semesta adalah sisi kiri dan mirror matter adalah sisi kanannya. Kita pada saat ini belum dapat melihat keberadaan mirror matter karena ia berinteraksi dengan alam semesta kita hanya melalui gravitasi.


Entah apakah Dunia Paralel itu benar - benar ada atau tidak, namun di dunia ini rasanya tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.

Beberapa anime yang mengambil tema dunia paralel ini di antaranya : Doraemon, Digimon, Steins Gate, Chaos Head, Suzumiya Haruhi, 11Eyes, Fairy Tail, dan masih banyak lagi yang lain. Mungkin bila sahabat sedang senggang, bisa diteliti masuk dalam kategori level mana saja kah dunia parelel di beberapa anime tersebut?



Sumber : http://menjelajahduniabaru.blogspot.com/2011/08/7-lapisan-langit-dan-kaitannya-dengan_25.html?showComment=1315101259934#c5133583547725796235

OTL dan orz, apa sih?

Di forum, chat room, FB, maupun Twitter terkadang kita menemukan orang yang mengetik "OTL" ataupun "orz". Sebenarnya singkatan dari apa sih itu?

Berbeda dengan "AFK" yang berarti "Away From Keyboard", ataupun "BRB" yang berarti "Be Right Back"... OTL dan orz sebenarnya bukan merupakan singkatan, namun bisa dibilang sebagai icon. Semacam : ==' , XD, dll...

Berarti? bayangkan "O" adalah bagian kepala, "T" atau "r" adalah bagian tengah badan, dan "L" atau "z" adalah bagian kaki, maka kalian akan menemukan seperti sebuah gambar orang sedang bertekuk lutut. Biasanya sih ekspresi seperti ini sering kita temukan dalam Anime (Kartun Jepang), Manga (Komik Jepang), dll. Mungkin gambar berikut bisa memperjelas bayangan,

credit to creator

Entah siapa yang pertama kali menemukannya, yang jelas ia sungguh kreatif :)...


Sabtu, 07 Desember 2013

ヨスガノソラ (Yosuga no Sora) [VN]


Name : Yosuga no Sora -In Solitude, where we are least alone.
Developer : Sphere
Playtime rata2 : 10 - 30 Jam
Type : Eroge
Genre : Romance, Slice of Life, Twincest
Sub game : Harukana Sora (Fandisc)

VN ini bercerita tentang anak kembar yang telah kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan. Tokoh Utama Cowok, Kasugano Haruka, dan adiknya, Tokoh Utama Cewek, Kasugano Sora. Mereka yang telah kehilangan kedua orang tuanya itu menyadari bahwa mereka tidak bisa terus - menerus tinggal di apartement mereka yang berada di tengah kota, untuk itulah mereka memutuskan untuk pergi rumah kakek mereka.

Pada awalnya kehidupan mereka di sana berlangsung seperti hari - hari biasanya, tidak ada yang spesial. Namun lama - kelamaan, ingatan masa lalu saat mereka berada di tempat itu pun kembali mencuat ke permukaan.

Pemain dapat memilih 4 route yang ada +1 route rahasia yang hanya bisa didapat jika sudah menyelesaikan salah satu route yang ada. Route yang dapat dipilih oleh pemain antara lain :

Kasugano Sora (Adik)
Amatsume Akira (Teman Masa Kecil)














Nogisaka Motoka (Maid Kazuha)












Yorihime Nao (Bitch)









Migiwa Kazuha (Teman sekelas)

Pada VN ini, Route Sora merupakan Route rahasia yang hanya bisa dipilih jika pemain telah menyelesaikan salah satu route yang ada. Sementara ini sih saya baru menyelesaikan Route Nao ama Sora :p...   
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, VN ini bergenre Incest. Bisa dibilang Route Sora adalah Route Utama dari game ini. Memang terdengarnya menjijikkan, namun jika membuang semua tersebut, kita akan mendapatkan cerita yang bisa dibilang cukup mengharukan. Inilah yang menyebabkan VN ini termasuk salah satu dari VN favorit saya.

Desain karakter di VN dengan saat diadaptasi menjadi anime bisa dibilang hampir tidak terlihat perbedaannya. Namun Desain karakter Sora menurut saya pribadi sangat berbeda. Pada VN ini, desai karakter Sora menunjukkan sosok seorang "adik". Sedangkan jujur saja pada saat menonton animenya untuk pertama kali, saya pikir itu pacar dia XD....

Karena VN ini tidak hanya mengandung H saja, namun ceritanya juga menarik, tidak heran cukup banyak cosplayer yang memerankan karakter di VN ini, terutama Haruka dan Sora. Menurut saya VN YnS adalah VN yang pas untuk dijadikan koleksi :)

Overall 9/10


Untuk kesempatan selanjutnya, saya akan mencoba bercerita tentang apa yang terjadi di Route Sora (Route favorit :p) 

Player

Terkadang aku berpikir bahwa semua orang di dunia ini memiliki lapangan permainan sendiri dimana mereka bertindak sebagai Tokoh Utama seperti halnya di dalam drama, manga, maupun anime. 

Dapat masalah, ketemu teman baru, musuh baru, kebahagiaan, atau malah keputusasaan. Tapi, bukankah cerita tersebut tidak akan berakhir jika Tokoh Utama tersebut belum mati? Lain halnya dengan drama, manga, maupun anime yang akan selesai setelah permasalahan pokok sang Tokoh Utama selesai.

Walaupun drama, manga, ataupun anime tersebut mempunyai genre slice of life, tetap saja itu hanya sebuah 'slice', bukan keseluruhan. . . Mungkin karena inilah saya selalu berharap drama, manga, maupun anime bergenre slice of life terus berlanjut. . . Karena aku pikir, kehidupan sehari - hari kita sendiri pun terkadang lebih menarik dari apa yang telah kita tonton di dalam drama, manga, maupun anime. Hanya saja kita tidak mau membuka pintu - pintu tersebut....



Jumat, 06 Desember 2013

ヨスガノソラ (Yosuga no Sora) [Anime]


Informasi umum
Judul : Yosuga no Sora
Jumlah episode: 12 Episode
Produser: Sphere
Rating : 19++, Adult
Genre: Romance, Twincest, Harem, Ecchi, School Life.

Yosuga no Sora merupakan anime yang diadaptasi dari visual novel (VN) yang diproduksi oleh Sphere dengan judul sama,  dimana versi VN-nya diproduksi lebih dulu pada 5 Desember 2008, sedangkan seri animenya baru tayang pada tanggal 4 Oktober 2010 lalu.  YnS (Yosuga no Sora) sendiri adalah salah satu anime yang diadaptasi dari Eroge (Game H/ Game Porno), dan anehnya walaupun YnS sendiri ditayangkan pada jam malam, entah apa yang menyebabkan anime Borderline Hentai (masih mengandung unsur sex) ini diperbolehkan untuk ditayangkan di televisi Jepang pada saat itu.

Haruka dan Sora

Cerita ini berpusat pada dua anak kembar yang menjadi tokoh utamanya, si cowok(kakak) bernama Kasugano Haruka (春日野 悠) dan si cewek(adik) bernama Kasugano Sora (春日野 穹). Meski mereka saudara kembar, tapi karena si Sora menderita penyakit sehingga mengharuskan ia menetap di rumah sakit, ia tidak pernah bertemu dengan Haru, saudara kembarnya. Walaupun akhirnya setelah itu mereka akhirnya bisa bertemu. lalu mereka berdua tanpa sadar mencintai antar satu sama lain meski mereka tahu mereka adalah saudara sedarah.

Namun, beberapa tahun kemudian, mereka menjadi yatim piatu karena kedua orang tua mereka meninggal dalam suatu kecelakaan lalu lintas (mobil), dan kemudian mereka kembali ke desa mereka dengan kereta api untuk tinggal di desa bernama Okukozome-chou yang ada di pegunungan, di mana mereka pernah mengunjungi desa itu saat masih kecil, di mana kakek mereka tinggal dan menetap di desa itu.(karena kedua orang tua mereka meninggal, mereka tidak mungkin untuk tinggal di apartemen kota lagi).

Saat kembali ke desa itu, Haruka sedikit demi sedikit mulai teringat akan kenangan pada saat mereka berdua masih tinggal di desa tersebut. Mulai dari rasa bersalah terhadap teman baiknya maupun cinta pertamanya.

YnS, jujur saya katakan sebagai salah satu anime adaptasi yang sangat buruk. Mengapa? Biasanya anime yang diadaptasi dari sebuah visual hanya akan mengambil 1 atau 2 route untuk dijadikan cerita dalam anime tersebut, itupun dengan jumlah episode yang cukup banyak. Namun YnS ini dengan episode yang hanya 12, mencoba menayangkan 4 route + 1 route bonus sekaligus! Sehingga bayangkan saja sejauh mana mereka akan mengkompres cerita dari setiap route.

Overall  7/10
Dahulu sebelum saya memainkan VNnya, saya menaruh nilai sebesar 8 pada sisi ini, namun karena unsur cerita yang bisa dikatakan sangat sedikit dan hanya banyak menonjolkan unsur adegan panasnya, membuat saya sedikit geram.


Untuk selanjutnya, saya akan mencoba mereview dari segi Visual Novelnya :)

Untuk pertama kalinya saya mencoba terjun di dunia blogger setelah disarankan oleh salah satu teman saya.
Masih bingung apa yang kira - kira akan saya isi dalam blog kali ini, namun untuk pertama - tama mungkin hanya berupa Review Anime terbaru nantinya (2014) dan beberapa potongan cerita karangan saya ^^... Mohon bantuannya sahabat blogger!